🐵 Khutbah Idul Fitri Bahasa Madura
أَيْنَمَاتَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ "Di mana pun kamu berada, pastilah akan dicapai oleh maut sekalipun kamu di benteng yang tinggi lagi kokoh". Annisa Ayat : 78 Hadirin sidang Sholat Jum'ah yang dirahmati Allah.
Materi terbaru Khutbah Idul Fitri singkat tahun ini, akan membawakan tema spesial yang wajib diketahui saat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Untuk lebih lanjut, Berikut khutbah Jumat bertema, Ramadhan 1443 H sebagai Jembatan Ampunan Allah SWT,’ disampaikan oleh oleh ust. Abd. Khaliq, sebagaimana dikutip dari laman Baca Juga The Real Crazy Rich, Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia versi Forbes, Sultan yang Tak Pernah Pamer di Medsos Khutbah Pertama اَللهُ أَكْبَرُ 9 كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً .لَااِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ .لَااِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ للهِ الَّذِى نَوَّرَ قُلُوْبَ الْعَارِفِيْنَ بِمُدَاوَمَةِ الذِّكْرِ فِى كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ .أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ ,وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْد الأَمِيْن. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ,نُقْطَةِ الشُّرَفَاءِ الأَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الأَئِمَّةِ فِى دِيْنِ الحَقِّ وَسَائِرِ الْمُهْتَدِيْنَ مِنَ الأُمَمِ الاَوَّلِيْنَ وَالأَخِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُفَيَا إِخْوَانِ الكِرَامْ, اِتَّقُوا اللهَ فِي السِّرِّ وَاْلعَلَنِ وَاجْتَنِبُوا الفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَابَطَنَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اْليَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابٌ وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلٌ فَأَعِدُّوا لِغَدِكُمْ مَاتَرْجُونَ أَنْ تَنَالُوْا مِنْ رَبِّكُمْ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيْم ,اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم , يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّاقَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ . Ma’asyirol Muslimim / muslimat para Aidin rohimakumullah Ma’asyirol Muslimim / muslimat para Aidin rohimakumullah Ngireng bedhen kaule tor para ajunan sadheje, e saat lagghuh samangken ka’dhinto, kaangguy sami-sami ngatoreh pojhi sarengan sokkor dhe’ajunan epon Allah SWT, se ka’dhimmahe saat samangken ka’dhintto bedhen kaule tor para ajunan sadheje salagghi’ e kasokanih sareng Allah SWT. Kaangguy araya aghi settong kamenangan se agung, yakni bedhen kaule tor para ajunan sadheje khusus epon se alaksana aghi poasah Ramadhan, ampon bisa lulus, se ka’dhimmah ampon sabhulen bhenteng abhilleih tor merrangih hawa nafso epon kaangguy pangabdhiyan edhelem ngalaksana aghi Poasa sarengan salam, kaatorah dhe’ kabhulenah allah se paleng moljhe, panutan tor ghurunah manossah sa alam dhunnyah, se ampon nonton bedhen kaule tor para ajunan Sadheje dhe’ ka samporna’an odhi’ e alam dhunnyah nujjhuni dhe’ kasalametan e alam. Akhirat., yakni habibana wa nabiyyana Muhammad SAW. Kalabhen ocabhen اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، Samoghe’eh bedhen kaule tor para ajunan sadheje tetepah kengeng syafaat epon dheri dhunnyah kantos dhe’ akhirot, amien3x yaa robbal alamien.
Khutbah Idul Fitri bahasa Madura, atau yang biasa disebut juga dengan "pujapele" dalam bahasa setempat, merupakan khutbah yang disampaikan pada pagi hari setelah umat Muslim menunaikan salat Idul Fitri. Khutbah ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu kita pahami.
– Idul Fitri sebentar lagi akan dirayakan dan momen ini biasanya akan diawali dengan salat Idul Fitri beserta khutbahnya. Bagi yang pulang kampung, tentu akan ada khutbah dalam bahasa daerah masing-masing, tak terkecuali bagi warga Madura. Artikel ini akan memberikan referensi contoh khutbah Idul Fitri bahasa Madura. Contoh khutbah Idul Fitri bahasa Madura di artikel ini dibuat untuk membantu para penceramah dalam mencari ide ceramah. Selain itu, bisa digunakan untuk memperkaya khasanah bahasa Madura bagi yang sedang mempelajarinya. Memperbanyak teks-teks bisa membuat perbendaharaan kosakata semakin bertambah. Selain itu juga untuk memperkenalkan bahasa Madura yang merupakan salah satu bahasa daerah paling populer di Indonesia. Baca Juga Contoh Ceramah Ramadhan Hari Ke 10 tentang Syukur, Cocok untuk Jadi Ide Menyusun Teks Ceramah Bagi yang membutuhkan khutbah Idul Fitri bahasa Madura yang singkat tentang makna perayaan Idul Fitri, maka bisa menjadikan artikel ini sebagai referensi untuk memantik ide. Khutbah Idul Fitri Bahasa Madura Khutbah pertama اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
- Ռухե дυ
- Уряբጧψ диσጣգо
- Է ուхеթեρа ሓፄαнт
- ኡչወ δ иζахու ቬծота
- Тኃрсաктևшо юβጂте уςልм ժиጹискաቅуп
- Зо дቺժոմаፄաпሐ
Judul Asli: Khutbah Idul Fitri: Makna Idul Fitri dan Syawal Alih Bahasa : Tim LTMNU PCNU Sumenep. File khutbah di atas dalam bentuk PDF ukuran Folio, klik tombol di bawah ini.
Sampang - Madura, merupakan salah satu pulau di Jawa Timur yang mayoritas warganya menganut agama Islam. Warna ke-Islam-an di Pulau Garam juga memiliki tradisi khas yang berbeda dengan daerah lain di Nusantara. Umumnya, Muslim di Madura berpegang teguh pada paham Islam tradisional yang berafiliasi ke organisasi dan tradisi Nahdlatul Ulama NU. Mayoritas masyarakat Muslim Madura menjalani Idul Fitri bersamaan dengan ketentuan Pemerintah, Sabtu, 22 April 2023. Meskipun demikian, tidak sedikit juga yang melaksanakan Shalat Id mengikuti Muhammadiyah pada Jumat, 21 April, khususnya di wilayah perkotaan. Kisah Pemuda Gereja Bantu Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Ternate Sholat Idul Fitri yang Digelar NU Taiwan Pecahkan Rekor 10 Adab Silaturahmi Lebaran, yang Terakhir Sering Dilupakan Suasana Idul Fitri mulai terasa pada malam hari, dimana hampir seluruh masjid atau mushalla mengumandangkan takbir menggunakan pelantang suara. Bahkan, beberapa rumah juga mengumandangkan lantunan takbir menggunakan salon ditingkahi musik pengiring. Lantunan takbir dari berbagai tempat itu juga dimeriahkan dengan suara petasan saling bersahutan. Wartawan ANTARA yang mengikuti Lebaran di sebuah desa di Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, menyaksikan pada malam Sabtu itu sejumlah warga tampak menghadiri kediaman para kiai atau ustaz dengan membawa hantaran makanan, terutama orang tua yang memiliki anak masih belajar mengaji. Selain mengantar makanan, orang tua laki-laki juga mengikuti pembacaan takbir di masjid atau langgar. Lantunan takbir baru berhenti di atas pukul WIB dan suasana perdesaan itu kembali sepi. Pada pukul 0300 dini hari lantunan lafaz yang mengagungkan nama Allah itu kembali berkumandang dan baru berhenti sekitar pukul 7 pagi saat tiba waktunya Sholat Id. Shalat Idul Fitri dilaksanakan terpencar di masjid dan langgar atau mushalla, sehingga tidak ada penumpukan jamaah dalam satu masjid, seperti di kota-kota. Dalam satu langgar, jamaah yang hadir antara 30 hingga 50 orang. Simak Video Pilihan IniVIRAL, BUAYA LAPAR NYARIS MAKAN PLASTIKHal yang mungkin berbeda dengan Shalat Id di perkotaan adalah khotbah yang hanya disampaikan dengan Bahasa Arab. Tidak ada pesan-pesan Idul Fitri dengan Bahasa Madura atau Bahasa Indonesia dalam khotbah itu. Ustadz Ali Ghufron, alumni Tafsir Al Quran Universitas Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, menjelaskan bahwa sebaiknya khotbah itu disampaikan dengan bahasa yang dimengerti oleh jamaah karena di dalamnya mengandung pesan-pesan keagamaan. Ia mengakui bahwa tidak mudah mengubah kebiasaan beribadah dari kebiasaan sebelumnya karena bisa menjadi masalah secara sosial. Menurut penuturan sejumlah warga di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, dari zaman dulu tradisi Shalat Id memang seperti itu dan terus dipertahankan hingga kini. "Shalat Id di sini memang begitu, sama dengan Shalat Jumat, yang khotbahnya tidak ada ada yang berbahasa Indonesia atau Madura," kata Ahmad, seorang warga. Para tokoh agama di perdesaan tidak pernah berani mengubah kebiasaan dalam ritual itu karena khawatir menjadi persoalan di masyarakat. Penuturan warga, di desa lain pernah ada tokoh muda yang ingin mengadopsi cara khotbah Shalat Jumat yang ditambahi dengan tausiyah menggunakan Bahasa Madura, dengan harapan ada pesan-pesan agama yang bisa disampaikan kepada jamaah yang hadir. Bukannya mendapat dukungan, perubahan itu justru mengurangi jumlah jamaah Shalat Jumat. Beberapa warga memilih tidak Shalat Jumat karena "protes" dengan perubahan kebiasaan dalam pembacaan khotbah itu. Dari segi waktu, penambahan materi khotbah dengan bahasa lokal justru memperlama waktu pelaksanaan shalat berjamaah. Karena alasan itulah, maka kebiasaan Shalat Id juga tetap dipertahankan menggunakan kebiasaan lama. Perbedaan lainnya adalah, pada rakaat kedua setelah rukuk, imam membaca doa qunut seperti dalam Shalat Subuh. Menurut Ahli Ghufron, pendapat para ulama sebagian besar hanya dibaca pada Shalat Subuh, sementara shalat lainnya jarang dibaca. Meskipun demikian ia mengakui bahwa masih ada beberapa imam yang membaca qunut saat Shalat Jumat atau Shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Daun Pandan Pewangi NisanSeusai Shalat Id, keluarga kiai pemilik mushalla atau langgar menyediakan makan atau sarapan untuk jamaah yang hadir. Nasi dan lauk sederhana itu biasanya juga merupakan kumpulan dari kiriman warga sekitar, dengan hidangan nasi berlauk daging seadanya ditambah mi goreng dan potongan telor ayam yang digodok kemudian digoreng. Seusai makan bersama, jamaah kemudian berbincang mengenai berbagai hal dan sekitar pukul 830 pulang ke rumah masing-masing. Kegiatan warga dilanjutkan dengan silaturahmi ke famili dan tetangga dekat. Bisanya keluarga yang lebih muda terlebih dahulu mendatangi yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan. Setelah itu, pada malam atau esok harinya keluarga lebih tua mengadakan kunjungan balasan ke yang lebih muda. Tak lupa, saat kunjungan, sekaligus menjadi ajang saling meminta maaf itu, keluarga yang berkunjung membawa makanan, berupa nasi dan lauk daging ditambah jajan basah, seperti kucur, wajik dan lainnya. Untuk lauk daging, kebiasaan mengolah dari warga desa di Pamekasan hampir semuanya sama, yaitu mirip rendang atau semur kering. Tradisi makanan Lebaran di Madura tidak mengenal sajian ketupat, melainkan hanya nasi. Sementara ketupat disediakan 7 hari setelah Idul Fitri. Orang Madura biasa menyebut sebagai Lebaran Ketupat atau lebaran bagi yang berpuasa Syawal selama 6 hari. Selain mengunjungi keluarga yang masih hidup, di hari pertama Lebaran, warga juga mengunjungi keluarga yang sudah ada di dalam kubur atau ziarah. Di areal kuburan mereka membaca doa tahlil bersama, kemudian menaburkan bunga di atas pusara keluarganya. Jangan bayangkan taburan itu seperti di kota-kota yang jenisnya lengkap, mulai dari mawar, kenanga, melati, dan lainnya. Tabur bunga di makam di perdesaan Madura ini cukup dengan menggunakan irisan daun pandan, sehingga di atas pusara itu taburan bunganya sama, warna hijau dari daun pandan yang dirajang. Jika di areal makan berjumpa dengan tetangga atau teman, biasanya dimanfaatkan warga untuk saling meminta maaf. Mereka yang baru pulang dari rantau biasanya berkomunikasi lebih lama karena diwarnai dengan basa-basi saling bertanya kabar, termasuk jumlah anak atau cucu. Setelah dari makam, warga kemudian melanjutkan kunjungan ke sanak familinya yang tinggal berbeda desa untuk bermaaf-maafan. Sementara untuk keluarga yang lebih jauh, kunjungan biasanya dilakukan pada esok hari, lusa, atau sebelum Lebaran Ketupat.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Khutbah Idul Adha Bahasa Madura: Sajhârâ Tellasan Reajâ Fahri Farghiz - 19 Juli 2021 0 # Khutbah Pertama اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ - اللهُ
Khutbah pertama اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اللهُ اَكْبَرْ 3× اللهُ اَكْبَرْ 3× اللهُ اَكبَرْ 3× الله أَكْبَرُ كَبِيْرًا, وَالحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْراً, وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ, لاَإِلهَ إِلاَّالله وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَاإِلهَ إِلاَّالله وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ المُناَفِقُوْنَ. الحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِياَفَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ إِلاَّالله لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ االداَّعِيْ إِلىَ الصِّراَطِ المُسْتَقِيْمِ . اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ. أَماَّ بَعْدُ فَيَااَيُّهَا الْعَائِدُوْنَ وَالْفَائِزُوْنَ, أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا الله حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَاهَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ. صدق الله العظيم Maasyiral muslimiinal aaidiinal faaiziina rahimakumullah Alhamdulillah, Nyatoreh e areh se moljeh panekah, beden kauleh sadejeh padeh mabannyak asyokkor de’ ka ajunan epon gusteh Allah subhanahu wa taala, atas limpahan rahmat tor nikmat sesanget rajah enggi panikah kauleh sadejeh bisaah apol kompol e masjid An-Nur panekah ka angguy areng sareng ngalakoneh sholat Sunnat Idil Fitri minangka deddih panutup derih pasah e bulen romadhon. Kaum muslimin sepadeh moljeh, SaOnggunah tadek perpisahan selebbi berek monggu dek ka oreng se ngakoh takok de ka guste Allah, selaen perasaan takok tapesa sareng bulen ramadhan. Bulen sepenuh rahmat, bulen sepenuh ampunan, bulen sepenuh sareng kautamaan2 setak epanggi edelem bulen bulen laenah. Sampek2 kanjeng nabi Muhammad edelem haditseh nyebbut agi bahwa tadek en bulen romadhon e anggeb sebagai musibah sesanget rajah se nempa dek ummat deh إذَا كَانَ َاخِرُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ بَكَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ وِالْمَلاَئِكَةُ مُصِيْبَةً لِاُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قِيْلَ اَيُّ مُصِيْبَةٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم هِيَ ذَهَابُ رَمَضَانَ فَإِنَّ الدَّعَوَاتِ فِيْهِ مُسْتَجَابَةٌ، وَالصَّدَقَاتُ مَقْبُوْلَةٌ وَالْحَسَنَاتِ مُضَاعَفَةٌ، وَاْلعَذَابَ مَدْفُوْعٌ Alhadits aw kamaa qoola… Gusteh kanjeng nabi Muhammad saw. Adebu Manabih malem sedibudih bulen romadhon ampon masok, maka langek so bumih sareng malaikat padeh nangis karena musibe se etempa agi ka ummatdeh Nabi Muhammad. Bedeh sahabat se atanyah Aduh gusteh musibah ponapah panikah? Adebu Gusteh Nabi Muhammad Enggi panikah lobereh bulen romadhon, sebab ebulen romadhon sadejeh panyok onan eparengih, ekabul agi sareng Allah. Shodeqoh etaremah, amal kabegusen ekel tekel, seksaan epaelang. Para hadirin sepadeh moljeh, manabih langgek so bumih padeh nangis Edina agih bulen romadhon napah pole bedeh kaule sengakoh ummat deh Nabi Mahammad Seharuseh kauleh sadejeh aromasah seddi, aromasah rogi karena selama bulen romadhon tak gu – onggu arebbuk sadejeh kamoljeen sebedeh edelem bulen romadhon. Apasah tak gu-onggu, taraweh tak gu onggu, tadarusan tak gu onggu. Seharuseh beden kauleh nangis Edina agih bulen romadhon, aromangsah todus dek ka guste Allah karena selama bulen romadhon tak bisa apasah, tak bisah ajelenagi sadejeh se eparenta Allah, tak bisa ngormadih bulen se sanget moljeh panikah. Seharuseh beden kauleh kobeter serah oneng, bulen romadhon panikah epadeddih bulen romadhon terakhir sareng Allah taala, e delem odiknah beden kauleh sadejeh? Wallahu a’lam bisshowab Allahu akbar 3x walillahil hamd Sidang sholat idil fitri rohimakumullah… Salastarenah baden kaulah sadajeh ajelenagi pasah sabulen genteng edalem bulan romadhan. Ben samangken pon masok edelem bulen Syawal atabah se ekenal sareng bulen tong ngareh.. edimmah sadajah ummat Islam baek lakek atabeh binik, sadejenah padeh atakbir, atahmid ngagungaghi Allah swt. Sadejenah kompak araya agi settung ka bungaan enggi kak dintoh Hari Raya Idul Fitri taon 1438 H sekateppaan sareng taon 2017. Taqabbalallaahu minna wa minkum Allahumma taqabbal ya kariem, Minal aaidzin wal faaiziin wal makbuliin, kullu aamin wa antum bikhair. Mohon maaf lahir dan batin Malar mogeh Allah naremaah pasah tor amal kabegusen se ampon kauleh sadejeh lakonen edelem bulen romadhon. Edelem sebuah hadits Nabi Muhammad SAW adebu إذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا إِلَى عِيْدِهِمْ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالِى؛ يَامَلآئِكَتِى كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ أَجْرَهُ، وَعِبَادِيَ الَّذِيْنَ صَامُوْا شَهْرَهُمْ وَخَرَجُوْا إِلَى عِيْدِهِمْ يَطْلُبُوْنَ أُجُوْرَهُمْ اِشْهَدُوْا أَنِّى قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ….. Derih ibnu masud RA. Gusteh kanjeng nabi Muhammad saw. adebu Manabih ummat kauleh apasah sabulen romadhon ben kaloar ka angguy asholat id, Allah ta’ala adebu “Wahai para malaikat sabban sabban oreng tantoh ngarep genjeren derih kalakonnah. Termasok oreng se apasah e bulen romadhon ben padeh kaloar asholat ied, tantoh padeh ngarep genjeren dereh sengkok. Sakseeh yeh malaikat jek sengkok la nyaporah dek dusah2 oreng jeriyeh ebektoh jiah juga. E hadits laen Rasullullah SAW adebu مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Paseraah oreng se apasah ebulen romadhon karena Iman ben karena takok, Allah nyaporah sadejeh dusanah se eadek.. [Muttafaqun alaihi dari Abu Hurairah.] Nekah kautamaan sebedeh edelem bulen Romadhon, sampek – sampek nabi adebu لو تعلم امتى ما فى رمضان لتمنوا أن تكون السنة كلها رمضان Debunah Kanjeng Nabi Muhammad jek sakeng tang ummat oneng kamuljeen ponapah sebedeh ebulen romadhon tantoh tang ummat padeh ngarep sopajeh setaon benteng epadeddieh romadon sadejeh… Delem dedebuen selaen Nabi Muhammad adebu Sanajjan tak apasah setaOn genteng, bedeh amalan segenjerenah akadieh apassah sataon genteng Rasulullah Adebu مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ “Paserah oreng se apasah edelem bulen romadhon pas etorok eh enem areh e bulen syawwal, ngaOlle genjeren akadieh apasah sataon benteng…” Parenta Pasah sebedeh e bulen romadhon ageduen TOJJUEN, enggi panekah agar beden kauleh sadejeh se apasah deddih manussah se muttaqien, manussah se onggu – onggu takok de ka Allah swt. takok delem artean alaksana agi sadejeh parentanah tor ajeu agi sadejeh larangannah. Sebagaimana edebuagi edelem Al-Quran Surat Albaqoroh ayat 183 ياأيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون Etaramah anapah bunten pasah beden kauleh sadejeh, epanggi, etengaleh mulai areh mangken sampek dek ka bulen pasah sebekal deteng. Manabih amal kabegusen beden kauleh atamba beccek, atamba akor so beleh tatanggeh, atamba taat de ka sadejeh parentanah Allah, tambah majeu deri sadejeh se elarang gusteh Allah swt. berarti ibadah pasah bedeh kauleh termasuk bedeh haselah. Allahu akbar 3x Walillahil hamd Sidang sholat idil fitri rohimakumullah Nyatoreh e akher khutbah panekah beden kauleh nyok on dek ka ajungan epon guste Allah. “Malar mogeh pasah beden kauleh sadejeh, ngajih beden kauleh sadejeh, sholat. tor taraweh beden kauleh sadejeh, Sodeqoh tor zakat beden kauleh sadejeh, tor sadejeh amal kabegusen se elakoneh e bulen romadhon etaremaah sareng Allah swt. Sehinggah beden kauleh termasuk oreng – oreng se Muttaqien. Amin – amin ya rabbal alamien… بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ الخطبة الثانية لعيد الفطر الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر الحَمْدُ لِلّهِ حَمْداً كَثِيْرًا كَماَ أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ إِرْغاَماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلَآئِقِ وَالبَشَرِ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحَ الغُرَرِ. أَمَّا بَعْدُ فَيآأَيُّهاَالحاَضِرُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَافْعَلُوْاالخَيْرَ وَاجْتَنِبُوْآ عَنِ السَّيِّآتِ. وَاعْلَمُوْآ أَنَّ الله َأَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّابِمَلَآئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقاَلَ تعالى فِيْ كِتاَبِهِ الكَرِيْمِ أَعُوْذُ باِلله ِمِنَ الشَّيْطاَنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَحِيْمِ. إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآأَيُّهاَالَّذِيْنَ آمَنُوْآ صَلُّوْآ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصِحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَعَلَى التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَارْضَ الله ُعَنَّا وَعَنْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الراَحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِناَتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعُ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ انْصُرْأُمَّةَ سَيّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهُمَّ انْصُرْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ. وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الدِّيْنَ. وَاجْعَلْ بَلْدَتَناَ إِنْدُوْنِيْسِيَّا هَذِهِ بَلْدَةً تَجْرِيْ فِيْهَا أَحْكاَمُكَ وَسُنَّةُ رَسُوْلِكَ ياَ حَيُّ ياَ قَيُّوْمُ. يآاِلهَناَ وَإِلهَ كُلِّ شَيْئٍ. هَذَا حَالُناَ ياَالله ُلاَيَخْفَى عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنّاَ الغَلآءَ وَالبَلآءَ وَالوَبآءَ وَالفَحْشآءَ وَالمُنْكَرَ وَالبَغْيَ وَالسُّيُوفَ المُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَآئِدَ وَالِمحَنَ ماَ ظَهَرَ مِنْهَا وَماَ بَطَنَ مِنْ بَلَدِناَ هَذاَ خاَصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ المُسْلِمِيْنَ عاَمَّةً ياَ رَبَّ العَالمَيِنَ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكِ الكَفَرَةَ وَالمُبْتَدِعَةِ وَالرَّافِضَةَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ. وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلاَيَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ. رَبَّناَ اغْفِرْ لَناَ وَلِإِخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْناَ بِالإِيمْاَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِناَ غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّناَ اِنَّكَ رَؤُوفٌ رَحِيْمٌ. رَبَّناَ آتِناَ فِيْ الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ . عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Khutbah Idul Fitri Madura: Merayakan Kemenangan Setelah Sebulan Penuh Puasa. By Cak Muhai September 24, 2023 Post a Comment. Sudah tak terasa, bulan Ramadhan yang penuh berkah telah usai. Kini tibalah waktu untuk merayakan Idul Fitri.
- Advertisement - Khutbah Iاَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كُلّمَا هَلَّ هِلَالٌ وَأَبْدَرَ. اَللهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا صَامَ صَائِمٌ وَأَفْطَرَ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَ للهِ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ لِلْعِبَادِ يَوْمَ عِيْدٍ يَعُوْدُ عَلَيْهِمْ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ وَ يَتَكَرَّرُ. وَجَعَلَ لَهُمْ صَوْمَ رَمَضَانَ وَأَفْطَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْأَكْبَرُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَيْرُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الشَّافِعِ فِي الْمَحْشَرِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَطْهَارِ. اَللهُ أَكْبَرُ. اَمَّا بَعْدُفَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْ مَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى اللهُ عَنْهُ وَحَذَّرَاَللهُ أَكْبَرُ ٣ كالى وَلِلّٰهِ الْحَمْدُطJamaah Shalat Idul Fitri se emoljâaghi sareng Allah SWT…Ngireng abdhina sareng para ajunan ngonjhukkaghi pojhi kalabân sokkor dâ’ ajunannepon Allah Swt, se ampon apareng nikmat iman, Islam tor jhugâ nnikmat sehat wal afiat. Saengghâ bisa alaksana’aghi salat Idul Fitri e are tor jughân salam, ngireng areng-sareng atorraghi dâ’ ajunannepon Kanjeng Nabi Muhammad SAW, jhughân dâ’ para karabhât tor sohabatrepon. Malar moghâ kenginga Shalat Idul Fitri se emoljaaghi sareng Allah SWT…Are mangken aropa’aghi settong are se sanget moljâ. Pongkasan dâri bulan poasa se ampon ejhâlannaghi sabulân bhenteng engghi kadinto tellasan Idul Fitri 1444 Hijriyah. Sadhâjâ umat Islam ghadhuwân kawajibân ngaghungngaghi are se bhânget aghung kadinto. Dari sakeng wajibbha, bhâdhân kaulâ sareng ajunan tak ekengingaghi apoasa, khusus e are kadinto, sabelunna tebhâ are se sanget aghung, bhâdhân kaulâ sareng ajunan jhughân ewajibbhâghi majar zakat dâ’ oreng-oreng se korang mampu, oreng fakir miskin se bâdâ e seddhi’na bhâdhân kaulâ sareng ajunan. Sopaj â oreng-oreng dhuafa kadinto jhughân bisa arassa’aghi kanikmadh â n tor kabhunga’an se eghandhu’ abdhina sareng para e malemma are se sanget aghung kadinto, sadhâjâ umat Islam ekengingngaghi maos takbir arengsareng kantos manjheng shalat Ied. Hal kadinto ampon jelas epakon sareng Ghuste Allah e dalem Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَArteepon korang langkong Bulân Ramadhan reya bulân eka’dimma Al-Quran e toronnaghi, minangka petodhu da’ ka manussa ban penjelasan-penjelasan mengenai petodhu kasebbhut ban pembeda antara yang bhender ban se bathil. Mila dari jareya, sapa-sapa oreng eantarana bakna kabbhi bâdâ e bulan jareya, maka apoasa . Ban sapa-sapa se sake’ otabâ bada parjhâlânan pas oreng jareya tak apoasa, maka wajib aghante’e poasana, sabannya’na are se-edhina, e are-are se laen. Allah ngasokani ka se-ghampang ka bakna kabbhi, ban tak ngasokani ka malaratan ka bakna kabbhi. Maka nyaktenah ma cokopa bitonganna ban nganghungngaghi Allah atas sakabbhiyâanna petodhu da’ ka bakna kabbhi, sopajâ bakna kabbhi a dalem ketab Tafsir Al-Bahrul Muhith, Tafsir Fathur Rahman fi Tafsiril Qur’an, Al-Kasyfu wal Bayan fi Tafsiril Qur’an, tor Tafsir al-Qur’an al-Azhim, esebbhuttaghi takbir se emaksod neng ayat se kasebbhut engghi kadinto takbir se esonnattaghi neng Idul Fitri. Sakadinto pamangghina para Salat Ied se emoljaaghi Allah Swt.,Maos lafadz takbir kalaban soara nyareng kodhu elambani kalaban rassa ngabulâ dâ’ ajunannepon Allah Swt se Maha Aghung. Abdhina sasarengan namung keni’ sobung pan ponapanah. Manussa se saterrossa asalemut ka tak-samporna’an tor aromasa jhâ’ abâ’ dhibi’ kadinto sobung pan-ponapanah se saenggha kodhu ngabulâ dâ’ ajunannepon Allah Swt., tanto rassa sokkor tor jhughân katakwaan bhâkal terros tombu e aba’ bhâdhân kaulâ Akbar, Allah ongghu-ongghu tong-settonga minangka Dzat se Maha Aghung. Abdhina sasarengan namung se keni’. Mila dari kadinto, ngabulâ dâ’ ajunannepon Allah Swt. aropa’aghi kawajibhan. Ngabulâ dalem arte ngalakoni sadhâjâ parentana tor ajhâui pan-saponapan se tak Salat Ied se pada-pada ghumbira kalaban datenga Idul FitriTakbir kainto jhughân aropa’aghi bhukte pangaghungan dari abdhina sasarengan kalabân hidayah se ettotta’ sareng ajunannepon Allah Swt. Mila dari kadinto, rassa sokkor kodhu terros etamen. Amargha tojjhuwân dari tellasan kadinto sobung laen salaenna nyukkore dâ’ sadhâjâ kanikmadhân se epareng Allah dâ’ bhâdhân kaulâ sasarengan. Khusus epon nikmat se aropa hidayah iman tor Islam, jhughân nikmat ghik bisa ta’at dâ’ se Idul Fitri enggi kadinto bhâdhân kaulâ sasarengan epabâli dâ’ ka kasoccean. Fitri kadinto arte epon kasoccean, asal moasal sadhâjâ kadhaddhiân, engghi kadinto agama Islam. Saengghâ, tellasan kadinto ghaduân maksod abdhina sasareng abâli dâ’ ka kasoccean, abâli dhâddhi oreng se bherse dari parkara مِنْ مَوْلُوْدٍ إِلَّا يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ وَفِي رِوَايَةٍ عَلَى الْمِلَّةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِArteepon korang langkong, “ sobung sama sakale dari sabbhan-sabbhan manussa se e-lahirraghi anging e-lahirraghi kalaban socce fitrah dalem riwayat laen dalem andi’ aghama Islam. Maka oreng sepponah se ma dhâddhi se lahir kasebbhut da’ ka Yahudi, Nasrani, otabâ Majusi.”Jamaah kaum muslimin, muslimat se emoljaaghi Allah Swt.,Sabbhân malem e bulan Ramadhan, bannyakna sajuta oreng se etolong sareng Allah Swt dari apoy naraka. E Akher Ramadhan, bâdâ poloan juta oreng pole se etolong dari apoy naraka. Pamongkassa engghi kadinto e are mangken, tellasan Idul Fitri. Pasera bisaos se etolong dari apoy naraka neng are mangken, oreng se kasebbhut ampon abali socce. Namung se tak etolong, ancaman tor jhughân musibah se bhâbhâja dâ’ aba’na ampon adante’.Hal kadinto jhughân kodhuna abdhina sasarengan sokkore. Malar mandhâr abdhina sasarengan tamasoah dari bagian oreng se jutaan kadinto. Oreng-oreng se etolong dari apoy narakana Allah se emoljaaghi Allah SwtRassa sokkor tak coma sakadhâr maos hamdalah otaba alhamdulillah. Lebbi dâri kadinto rassa sokkor jhugân ebhukteaghi kalabân tengka lako se lebbi bhâghus dari lun-sabelunnah. Kantos dâ’ bulan poasa se bhâkal dateng. Saterrossa saka’dinto, sajân abit sajân atambâ sasarengan ampon alaksanaaghi salat tarawih tor jughân witir. Hal kadinto parlo eterrossaghi e are-are laen salastarena shalat Isya. Sobung tarawih, namung witir tetap amal ibâdâ kabhâghusân se elakoni neng bulan poasa, kadinto parlo eterrossaghi e bulân-bulân se laen. Misal epon, maos Al-Qur’an sampe khatam pan-saponapan kale dalem sabulân poasa. Manfaat epon tak sakadhâr ngaolle syafaat, namung jhughân bisa ajhâr tor nambâi pangataoan tor elmu-elmu se bâdâ e sabbhân-sabbhân ayat Al-Quran ka’dinto. Saengghâ abdhina sasarengan bisa dhâddhi kabule se sajan abit sajan se ampon kasebbhut dalam Ketab Ihya Ulumuddin, rassa sokkor ka’dinto aghuna’aghi kanikmatan sesuai kalabân tojjhuwan penciptaannah. Lesan eghuna’aghi maos hamdalah. Ate etojjhuwâghi dâ’ parkara kabhâghusân. Sadhâjâ angghauta bhâdhân eghuna’aghi ka hal-hal se bisa nambâi kabhâghusân. Kadinto rassa sokkor se Shalat Ied se emoljaaghi Allah SwtPoasa jhughân ngajhâri abdhina sasarengan sopajâ bisa èmba tor niser ka tan-taretan faker misken. Hal kadinto ebhukteaghi kalabân zakat petra se kodhu epakaloar. Arebbhân epon kaperdulian, kaniserran tor kaèmbâ’ân abdhina sasarengan dâ’ ka faker misken kadi’nto terros erabât kantos e are-are se bhâkal para jamaah hakekat atellasan. Kasempatan Idul Fitri kodhu dhâddhiaghi kasempatan materros kalakoan-kalakoan bhâghus se elakoni selama bulan poasa kantos are-are se urusan sareng ajunannepon Allah Swt ampon lastare, belum tanto urusan dâ’ manussa jhughân lastare. Saenggha urusan kamanussa’an kodhu teros ejâgâ tor erabât. Mila dari kadinto abdhina sasarengan kodhu ikhlas nyapora sadhâjâ kasala’an pasera bisaos. Tamasok karabhat, kanca, tatanggha tor jamaah ngireng areng-sareng terrossaghi perjuangan e dalem kabhâghusan se elakoni selama bulan poasa. Karana kadinto aropa’aghi wujud rassa sokkor abdhina sasarengan mongghu ajunannepon Allah Swt atas sadhâjâ kanikmatan tor petodhu se etotta’. Saenggha bisa terros koat tor kellar ajalani kawâjibhan tor ajaui sadhâjâ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ [وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ].بَارَكَ اللهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِىْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الأٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم، وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ أَكْبَرُ ٣ كالى وَلِلّٰهِ الْحَمْدُط Khutbah IIاَللهُ أَكْبَرُ ٧ كالى كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاًالْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَعَادَ الْاَعْيَادَ وَكَرَّرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْأَكْبَرُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَيْرُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الشَّافِعِ فِي الْمَحْشَرِ, وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَطْهَرِ. اَللهُ أَكْبَرُ. اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْن. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَـنّٰى بِمَلآئِكَتِهِ، فَقَالَ تَعَالَى وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَبِيْبِكَ صَاحِبِ الْوَجْهِ الْاَنْوَرِ وَ عَلٰى أٰلِهِ وَارْضَ اَللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْاِسْلَامَ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَصْلِحْ جَمِيْعَ وُلَاةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ dari website NU OnlinePenyusun Ustadz Syakir NF, alumnus Pondok Pesantren BuntetJudul Asli Khutbah Idul Fitri Menjadi Hamba yang BersyukurAlih Bahasa Tim LTN PCNU SumenepFile khutbah di atas dalam bentuk PDF ukuran A4, klik tombol di bawah Advertisement -
Daftar isi : Khutbah Idul Fitri Bahasa Madura. Dan apakah Idul Adha samangken ka'dhinto aropa aghi se seyaar settong sejarah manusia se agung, sejahar dari settong manusia se aghendhu' gelar "Abul Anbiya'" (Bapaknah para nabi), Ibrahim se Asma epon bennya' dihubungkan dengan SAW Nabi Nabi Muhammad.
METROASPIRASIKU - Berikut ini Khutbah Idul Fitri 2023 dalam Bahasa Madura adalah sebuah pidato atau ceramah yang disampaikan pada hari raya Idul Fitri oleh seorang khatib atau ustadz dalam Bahasa Madura. Khutbah Idul Fitri 2023 Bahasa Madura ini biasanya disampaikan di masjid atau tempat ibadah lainnya sebagai bagian dari perayaan Idul Fitri yang merupakan momen penting bagi umat Muslim. Khutbah Idul Fitri 2023 Bahasa Madura biasanya dimulai dengan pujian kepada Allah SWT, disertai dengan salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW Baca Juga 10 Kata Kata Mutiara Akhir Ramadhan, Kata Kata Bijak Menyejukkan Hati, Menginspirasi dan Memotivasi Kemudian khatib akan membaca ayat-ayat Al-Qur'an terkait dengan tema khutbah yang akan disampaikan. Selanjutnya, khatib akan menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan tema khutbah seperti pentingnya menjaga silaturahmi antar sesama, menghormati orang tua, dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Baca Juga 5 Doa Rasul Di Akhir Ramadhan, diajarkan oleh Rasulullah SAW dianjurkan Kepada Umat Muslim Khatib juga akan membahas pentingnya memaafkan kesalahan orang lain dan meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan. Khutbah Idul Fitri 2023 Bahasa Madura biasanya diakhiri dengan doa untuk kebaikan umat Muslim dan bangsa Indonesia secara umum. Khatib juga akan mengingatkan jamaah untuk terus memperkuat iman dan taqwa, serta menjaga ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Baca Juga Berita Arus Mudik Lebaran 2023 100 Ribu Kendaraan Lintasi Jalur Nagreg H-3 Idul FItri, Kata Bupati Bandung Dalam khutbah Idul Fitri 1444 H Bahasa Madura, khatib biasanya menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh jamaah, dengan menggunakan bahasa Madura yang kental dan baku. Hal ini bertujuan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh jamaah. Khutbah Idul Fitri 1444 H Bahasa Madura adalah sebuah ceramah yang memberikan pesan-pesan moral dan religius kepada umat Muslim. Terkini
| Ճизвопобр ֆигω | Ճеτιбиβехቆ ծէ |
|---|
| ኺεкр меբютваփ | ጡиፏоπቡጪ αկоնω |
| Պεյ υ псሕዤεտኢνе | ሬ ղаτ ጋиβи |
| Тጠσθλу чխбէслሗሗስд սагጂпօ | Фаպуλ εፂኂքиባ т |
.