🎉 Sebuah Partikel Dan Foton Memiliki Energi Yang Sama Apabila
EnergiPanas adalah energi yang terjadi karena pergerakan internal partikel penyusun dalam suatu benda. Energi panas merupakan energi yang berpindah dari suatu partikel yang bersuhu tinggi ke partikel bersuhu lebih rendah. Contohnya ketika memanaskan air dengan api, suhu dari api akan berpindah ke air sehingga membuat air dapat mendidih.Hadiah Nobel Fisika 2022 memberikan penghargaan kepada tiga ilmuwan yang memberikan kontribusi terobosan dalam memahami salah satu fenomena alam yang paling misterius quantum entanglement. Dalam istilah yang paling sederhana, quantum entanglement merujuk pada aspek-aspek dari satu partikel dari sepasang partikel yang terjerat bergantung pada aspek-aspek dari partikel lainnya, tidak peduli seberapa jauh jaraknya atau apa yang ada di antara keduanya. Partikel-partikel ini dapat berupa, misalnya, elektron atau foton, dan aspeknya dapat berupa keadaan partikel tersebut, seperti apakah partikel tersebut berputar ke satu arah atau ke arah lain. Bagian yang aneh dari quantum entanglement adalah ketika kita mengukur sesuatu tentang satu partikel dalam pasangan yang saling terkait, kita segera mengetahui sesuatu tentang partikel lainnya, bahkan jika mereka terpisah jutaan tahun cahaya. Hubungan aneh antara dua partikel ini terjadi seketika, tampaknya melanggar hukum dasar alam semesta. Albert Einstein secara terkenal menyebut fenomena ini sebagai “aksi menyeramkan dari kejauhan”. Setelah menghabiskan waktu selama dua dekade melakukan eksperimen yang berakar pada mekanika kuantum, saya mulai menerima keanehannya. Berkat instrumen yang semakin tepat dan dapat diandalkan serta karya pemenang Nobel tahun ini, yaitu Alain Aspect, John Clauser, dan Anton Zeilinger, para ahli fisika sekarang mengintegrasikan fenomena kuantum ke dalam pengetahuan mereka tentang dunia dengan tingkat kepastian yang luar biasa. Namun, bahkan hingga tahun 1970-an, para peneliti masih terpecah belah mengenai apakah quantum entanglement merupakan fenomena yang nyata. Dan untuk alasan yang bagus - siapa yang berani menentang Einstein yang hebat, siapa pula yang meragukannya? Butuh pengembangan teknologi eksperimental baru dan peneliti yang berani untuk akhirnya menguak misteri ini. Menurut mekanika kuantum, partikel secara bersamaan berada dalam dua keadaan atau lebih hingga teramati - efek yang secara gamblang ditangkap oleh eksperimen pemikiran Schrödinger yang terkenal, yaitu seekor kucing yang mati dan hidup secara bersamaan. Michael Holloway/Wikimedia Commons, CC BY-SA Quantum superposition ada dalam beberapa keadaan sekaligus Untuk benar-benar memahami seramnya quantum entanglement, penting untuk terlebih dahulu memahami quantum superposition superposisi kuantum. Superposisi kuantum adalah gagasan bahwa partikel berada dalam beberapa keadaan sekaligus. Ketika pengukuran dilakukan, seolah-olah partikel memilih salah satu keadaan dalam superposisi. Sebagai contoh, banyak partikel memiliki atribut yang disebut spin yang diukur sebagai “naik” atau “turun” untuk orientasi tertentu dari penganalisis. Namun, sampai kita mengukur spin sebuah partikel, partikel tersebut secara simultan berada dalam superposisi spin up dan spin down. Ada probabilitas yang melekat pada setiap keadaan, dan dimungkinkan untuk memprediksi hasil rata-rata dari banyak pengukuran. Kemungkinan sebuah pengukuran menjadi naik atau turun bergantung pada probabilitas ini, tetapi tidak dapat diprediksi. Meskipun sangat aneh, beberapa perhitungan dan sejumlah besar eksperimen telah menunjukkan bahwa mekanika kuantum dengan tepat menggambarkan realitas fisik. Albert Einstein, Boris Podolsky, dan Nathan Rosen menunjukkan sebuah masalah yang tampak jelas dengan keterikatan kuantum pada tahun 1935 yang mendorong Einstein untuk mendeskripsikan keterikatan kuantum sebagai aksi menyeramkan dari kejauhan. Sophie Dela/Wikimedia Commons Quantum entanglement dua partikel yang terjerat Hal yang menyeramkan dari quantum entaglement muncul dari realitas superposisi kuantum, dan jelas bagi para pendiri mekanika kuantum yang mengembangkan teori ini pada tahun 1920-an dan 1930-an. Untuk membuat partikel terjerat, pada dasarnya kita memecah sebuah sistem menjadi dua, di mana jumlah bagian-bagiannya diketahui. Sebagai contoh, kita bisa membagi sebuah partikel dengan spin nol menjadi dua partikel yang memiliki spin berlawanan sehingga jumlah keduanya adalah nol. Pada tahun 1935, Albert Einstein, Boris Podolsky, dan Nathan Rosen menerbitkan sebuah makalah yang menggambarkan sebuah eksperimen pemikiran yang dirancang untuk mengilustrasikan ketidakmasukakalan dari quantum entanglement yang menantang hukum dasar alam semesta. Sebuah versi sederhana dari eksperimen pemikiran ini yang dikaitkan dengan David Bohm, mempertimbangkan peluruhan sebuah partikel yang disebut pi meson. Ketika partikel ini meluruh, ia menghasilkan elektron dan positron yang memiliki spin berlawanan dan bergerak menjauh satu sama lain. Oleh karena itu, jika spin elektron diukur naik, maka spin positron yang terukur hanya bisa turun, dan sebaliknya. Hal ini berlaku meskipun partikel-partikel tersebut terpisah miliaran mil. Entanglement dapat tercipta di antara sepasang partikel dengan satu partikel terukur berputar ke atas dan satu partikel lagi berputar ke bawah. atdigit/iStock via Getty Images Hal ini akan baik-baik saja jika pengukuran spin elektron selalu naik dan spin positron yang diukur selalu turun. Tetapi karena mekanika kuantum, spin setiap partikel adalah sebagian naik dan sebagian turun sampai diukur. Hanya ketika pengukuran terjadi, keadaan kuantum spin “runtuh” menjadi naik atau turun - seketika meruntuhkan partikel lainnya ke spin yang berlawanan. Hal ini tampaknya menunjukkan bahwa partikel-partikel tersebut berkomunikasi satu sama lain melalui suatu cara yang bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Tetapi menurut hukum fisika, tidak ada yang bisa bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Tentunya keadaan terukur dari satu partikel tidak dapat secara instan menentukan keadaan partikel lain di ujung alam semesta? Fisikawan, termasuk Einstein, mengajukan sejumlah interpretasi alternatif tentang quantum entanglement pada tahun 1930-an. Mereka berteori bahwa ada beberapa properti yang tidak diketahui - dijuluki variabel tersembunyi - yang menentukan keadaan partikel sebelum pengukuran. Namun pada saat itu, para fisikawan tidak memiliki teknologi atau definisi pengukuran yang jelas yang dapat menguji apakah teori kuantum perlu dimodifikasi untuk menyertakan variabel tersembunyi. John Bell, seorang fisikawan Irlandia, menemukan cara untuk menguji realitas apakah keterikatan kuantum bergantung pada variabel-variabel tersembunyi. CERN, CC BY Memfalsifikasi sebuah teori Butuh waktu hingga tahun 1960-an sebelum ada petunjuk untuk mendapatkan jawabannya. John Bell, seorang fisikawan brilian asal Irlandia yang tidak sempat menerima hadiah Nobel, merancang sebuah skema untuk menguji apakah gagasan tentang variabel tersembunyi itu masuk akal. Bell menghasilkan sebuah persamaan yang sekarang dikenal sebagai bell’s inequality yang selalu benar - dan yang hanya benar - untuk teori-teori variabel tersembunyi, dan tidak selalu benar untuk mekanika kuantum. Dengan demikian, jika bell’s inequality ditemukan tidak memuaskan dalam eksperimen dunia nyata, teori variabel tersembunyi lokal dapat dikesampingkan sebagai penjelasan untuk quantum entanglement. Eksperimen para pemenang Nobel 2022, terutama yang dilakukan oleh Alain Aspect, adalah yang pertama menguji bells inequality. Eksperimen ini menggunakan foton yang terjerat, bukan pasangan elektron dan positron, seperti pada banyak eksperimen lainnya. Hasilnya secara meyakinkan mengesampingkan keberadaan variabel tersembunyi, sebuah atribut misterius yang akan menentukan keadaan partikel yang terjerat. Secara kolektif, ini dan banyak tindak lanjut eksperimen telah membuktikan mekanika kuantum. Objek-objek dapat dikorelasikan dalam jarak yang sangat jauh dengan cara yang tidak dapat dijelaskan oleh fisika sebelum mekanika kuantum. Yang terpenting, tidak ada konflik dengan relativitas khusus, yang melarang komunikasi yang lebih cepat dari cahaya. Fakta bahwa pengukuran pada jarak yang sangat jauh berkorelasi tidak menyiratkan bahwa informasi ditransmisikan di antara partikel-partikel. Dua pihak yang berjauhan melakukan pengukuran pada partikel-partikel yang saling terkait tidak dapat menggunakan fenomena ini untuk menyampaikan informasi lebih cepat dari kecepatan cahaya. Saat ini, para fisikawan terus meneliti quantum entanglement dan menyelidiki potensi aplikasi praktis. Meskipun mekanika kuantum dapat memprediksi probabilitas pengukuran dengan akurasi yang luar biasa, banyak peneliti tetap skeptis bahwa mekanika kuantum memberikan gambaran yang lengkap tentang realitas. Namun, satu hal yang pasti. Masih banyak yang harus dikatakan tentang dunia mekanika kuantum yang misterius. Demetrius Adyatma pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris 1 Foton untuk semua energi 1 2. Elektron dan muon semua energi 1 3. Neutron dengan Energi a. E ≤ 10 kEV 5 b. 10 keV ≤ E ≤ 100 keV 10 c. 100 keV ≤ E ≤ 2MeV 20 d. 2 MeV ≤ E ≤ 20 MeV Energi Foton Pengertian, Rumus, Contoh Soal dan Pembahasannya Foton terdapat pada semua energi, mulai dari sinar berenergi tinggi gamma seperti cahaya tampak, gelombang inframerah, hingga gelombang berenergi rendah seperti radio. Berdasarkan mekanika kuantum,melalui percobaan menggunakan Mach-Zehnder Interferometer yang dilakukan Einstein, didapatkan juga bahwa cahaya terdiri dari kumpulan kuanta yang sekarang disebut sebagai foton. Einstein menjelaskan bahwa cahaya terdiri dari paket-paket energi disebut sebagai foton dengan frekuensi tertentu. Efek fotolistrik juga menjelaskan bahwa logam dapat menyerap foton atau tidak bergantung frekuensi ambangnya. Foton adalah kuantum energi dalam bentuk radiasi elektromagnetik, yang dipancarkan atau diserap oleh materi. Foton merupakan partikel elementer penyusun cahaya. Karena bersifat sebagai gelombang dan partikel, interaksi yang dihasilkan cukup unik dan banyak. Baca Pengertian Gelombang Mekanik, Soal dan Pembahasannya Foton juga merupakan partikel pembawa untuk semua bentuk radiasi elektromagnetik, termasuk 1. Sinar gamma. 2. Sinar X. 3. Sinar UV. 4. Cahaya yang terlihat. 5. Cahaya inframerah. 6. gelombang mikro. 7. Gelombang radio. Foton dapat berperilaku seperti gelombang dalam fenomena seperti pembiasan yang terjadi di lensa, atau pembatalan oleh interferensi destruktif dari gelombang yang dipantulkan. Akan tetapi foton dapat juga berperilaku seperti partikel ketika berinteraksi dengan materi untuk mentransfer sejumlah energi yang tetap. Energi ini berbanding terbalik dengan panjang gelombang. Misalnya, lensa dapat membiaskan satu foton dan dalam prosesnya berinterferensi dengan dirinya sendiri seolah-olah itu adalah gelombang. Atau, ia dapat bertindak seperti partikel yang memiliki posisi tertentu dan momentum yang terukur. Rumus Energi Foton Persamaan Energi Foton Dimana Untuk jumlah n foton, maka energi foton menjadi Keterangan n = jumlah foton = 1,2,3 ……dst h = Tetapan Planck = 6, c = Cepat rambat cahaya = m/s λ = Panjang gelombang Hz f = Frekuensi m E = Energi foton Joule Konversi 1 elektron volt = 1 eV = 1,6 x 10−19 joule 1 angstrom = 1 Å = 10−10 meter 1 nanometer = 1 nm = 10−9 meter Daya → Energi tiap sekon Intensitas → Energi tiap sekon persatuan luas Contoh Soal Enegi Foton Soal nomor 1 Berikut ini merupakan karakteristik dari foton, kecuali … A. setiap foton membawa energi yang berbeda-beda tergantung frekuensinya B. foton bergerak dengan kecepatan 3 x 108 m/s C. setiap foton dapat menumbuk sebuah elektron pada logam D. foton tidak bermassa E. foton dapat menghamburkan neutron pada inti atom Jawaban E Soal nomor 2 Energi foton bekas sinar infra merah dengan panjang gelombang nm adalah … A. 1,98 . 10-18J B. 1,98 . 10-19J C. 1,88 . 10-19J D. 2,98 . 10-19J E. 19,8 . 10-20J Kunci Jawaban B Soal nomor 3 Sebuah lampu piar 100 watt memancarkan cahaya dengan panjang gelombang 6600 amstrong Å. Jika lampu pijar yang berubah menjadi energi cahaya 6%. Tentukn jumlah foton yang dipancarkan lampu setiap detiknya! A. foton/detik B. foton/detik C. foton/detik D. foton/detik E. foton/detik Kunci Jawaban A Soal nomor 4 Bila foton memiliki energi 350 x 10-10 J maka berapakah panjang gelombang foton tersebut? A. 0,050 x 10-15 m B. 0,56 x 10-16 m C. 0,056 x 10-16 m D. 0,056 x 10-17 m E. 0,036 x 10-16 m Kunci Jawaban C Soal nomor 5 Tentukan kuanta energi yang terkandung dalam sinar dengan panjang gelombang 6600 Å jika kecepatan cahaya adalah 3 x 108 m/s dan tetapan Planck adalah 6,6 x 10−34 Js ! A. 3 x 10−19joule B. 4 x 10−19 joule C. 4 x 10−20 joule D. 5 x 10−19 joule E. 5 x 10−18 joule Kunci jawaban A Soal nomor 6 Jika sebuah foton memiliki panjang gelombang 7,3 nm, maka berapakah energi yang terkandung dalam foton tersebut dalam eV? A. 180 eV B. 177 eV C. 170 eV D. 145 eV E. 138 eV Kunci Jawaban C Soal nomor 7 Panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh lampu monokromatis 100 watt adalah 5, m. Cacah foton partikel cahaya per sekon yang dipancarkan sekitar…. A. 2,8 x 1022/s B. 2,0 x 1022/s C. 2,6 x 1020 /s D. 2,8 x 1020 /s E. 2,0 x 1020 /s Kunci jawaban D Soal nomor 8 Intensitas radiasi yang diterima pada dinding dari tungku pemanas ruangan adalah 66,3 Jika tungku ruangan dianggap benda hitam dan radiasi gelombang elektromagnetik pada panjang gelombang 600 nm, maka jumlah foton yang mengenai dinding persatuan luas persatuan waktu adalah ….h = 6,63 x10− 34 c = 3 x 108 1 A. 1 x 1019foton B. 2 x 1019foton C. 2 x 1020 foton D. 5 x 1020 foton E. 5 x 1021 foton Kunci jawaban C Soal nomor 9 Tentukan perbandingan kuanta energi yang terkandung dalam sinar dengan panjang gelombang 6000 Å dan sinar dengan panjang gelombang 4000 Å ! A. 1 2 B. 2 3 C. 1 3 D. 1 4 E. 3 2 Kunci Jawaban B Soal nomor 10 Tentukan kuanta energi yang terkandung dalam sinar dengan panjang gelombang 6600 Å jika kecepatan cahaya adalah 3 x 108m/s dan tetapan Planck adalah 6,6 x 10−34 Js ! A. 1 x 10−10joule B. 2 x 10−15joule C. 2,5 x 10−19joule D. 3 x 10−19joule E. 3 x 10−20joule Kunci jawaban D Soal nomor 11 Energi foton sinar gamma adalah 108 eV. Jika h = 6,6 x 10−34 Js dan c = 3 x 108 m/s, tentukan panjang gelombang sinar gamma tersebut dalam satuan angstrom! A. 12,375 x 10−5Å B. 11,375 x 10−5Å C. 10,375 x 10−5Å D. 12,375 x 10−4Å E. 11,370 x 10−5 Å Kunci jawaban A Soal nomor 12 Jika tetapan Planck 6, Js, kcepatan cahaya m dan panjang gelombang cahaya 6000A, maka energi foton nya adalah ….. A. 0, joule B. 0, joule C. 3, joule D. 10-19 joule E. 10-19 joule Kunci jawaban C Soal nomor 13 Jika frekuensi tampak Hz, dengan h = 6, Maka besar energi foton adalah…. A. 1, jolue B. 2, jolue C. 3, jolue D. 4, jolue E. 4, jolue Kunci jawaban C Soal nomor 14 Elektron yang massanya 9,0 x 10-11kg bergerak dengan laju 2,2 x 102 m/s. Jika besar konstanta Planck adalah 6,6 x 10-34 Js, maka panjang gelombang de Broglie dari elektron tersebut adalah. . . A. 4,0 x 10-11m B. 3,6 x 10-11m C. 3,3 x 10-11m D. 3,0 x 10-11m E. 2,6 x 10-11m Kunci jawban C Soal nomor 15 Grafik di bawah ini yang menunjukkan hubungan antara energi kinetik Ek maksimum elektron terhadap frekuensi foton f pada efek fotolistrik. Jika besar konstanta Planck adalah 6,6 x 10-34 Js, dan 1 eV = 1,6 x 10-19 J, maka besar f adalah ….. A. 48 x 1014Hz B. 21 x 1014Hz C. 14 x 1014Hz D. 9,45 x 1014Hz E. 8,9 x 1014Hz Kunci jawaban D Soal dan pembahasan energi foton selengkapnya dapat di unduh disini Demikian pengertian energi foton, rumus , soal dan pembahasannya. semoga bermanfaat Tanya 12 SMA; Fisika; Fisika Quantum; Sebuah partikel dan foton memiliki energi yang sama apabila .A. massanya samaB. kecepatannya samaC. momentumnya samaD. arah rambatnya samaE. tidak ada satu variabel yang sama Sebuah foton dapat dikarakterisasikan oleh panjang gelombang, dinyatakan dengan λ atau dapat juga dikarakterisasikan oleh energi, dinyatakan dengan E. Energi sebuah foton E. dan panjang gelombang cahaya λ memiliki hubungan berbanding terbalik yang diberikan oleh persamaan Photon Energy Read more about Photon Energy dimana h adalah konstanta Planck dan c adalah kecepatan cahaya. Nilai dari konstanta-konstanta ini serta konstanta lainnya yang banyak digunakan diberikan di halaman konstanta. h = × 10 -34 joules c = × 108 m/s bila keduanya dikalikan kita mendapat hc = × 10-25 joule-m Hubungan berbanding terbalik seperti dideskripsikan di atas berarti bahwa cahaya yang terdiri dari foton berenergi tinggi seperti cahaya "biru" akan memiliki panjang gelombang yang pendek, sedangkan cahaya yang terdiri dari foton berenergi rendah seperti cahaya "merah" memiliki panjang gelombang yang panjang. Untuk "partikel" seperti foton dan elektron, satuan yang biasa digunakan adalah elektron-volt eV bukan joule J. Satu elektron-volt adalah energi yang dibutuhkan untuk menaikan satu electron melalui satu volt, sehingga energi dari sebuah foton yang memiliki energi 1 eV = × 10-19 J. Jadi, konstanta hc di atas dapat juga ditulis dalam satuan eV hc = × 10-25 joules-m × 1ev/ × 10-19 joules = × 10-6 eV-m Kemudian kita butuh mengubah satuannya menjadi µm satuan dari λ hc = × 10-6 eV-m × 106 µm/ m = eV-µm Ketika persamaan untuk energi foton dinyatakan dalam satuan eV dan µm kita mendapatkan persamaan yang biasa digunakan untuk menghubungkan energi dan panjang gelombang dari sebuah foton, sebagaimana ditunjukkan di persamaan di bawah Photon Energy Electron-Volt Read more about Photon Energy Electron-Volt Nilai sebenarnya dari 1 × 106hc/qadalah namun dalam kebanyakan penggunaan, nilai dirasa sudah cukup. Untuk mengetahui energi sebuah foton pada sebuah panjang gelombang tertentu, klik pada gambar di atas. Photon Energy Español RadiobiologyDasar. Radiobiologi adalah studi kualitatif dan kuantitatif dari efek radiasi pengion pada makhluk hidup. Radiasi dapat memberikan efek berupa kerusakan sel dimana sel menjadi ganas atau secara langsung menginduksi kematian sel. Pada level mikroskopis, sinar atau partikel yang datang akan berinteraksi dengan electron orbital dalam Sebuah partikel & foton memiliki energi yg sama apabila ?manakah yg mempunyai energi yg lebih besar sebuah foton radiasi UltraViolet atau sebuah foton cahaya kuningsuatu partikel & foton memiliki energi yg sama apabilaSebuah partikel & foton memiliki energi yg sama apabilaSebuah elektron & suatu foton mempunyai panjang gelombang yg sama. Pernyataan yg sesuai dgn kondisi tersebut adalah …. a. energi elektron lebih besar ketimbang energi foton b momentum elektron sama dgn saat-saat foton c momentum elektron lebih besar dibandingkan dengan momentum foton d energi elektron lebih kecil ketimbang energi foton e momentum elektron lebih kecil daripada saat-saat foton tak mempunyai besaran yg sama atau variabel manakah yg mempunyai energi yg lebih besar sebuah foton radiasi UltraViolet atau sebuah foton cahaya kuning radiasi Ultraviolet….. suatu partikel & foton memiliki energi yg sama apabila tak memiliki satu variabel atau besaran yg sama Sebuah partikel & foton memiliki energi yg sama apabila Partikel & foton memiliki energi yg sama tatkala momentumnya sama, sesuai rumusanE = hf = hC/A = pc Sebuah elektron & suatu foton mempunyai panjang gelombang yg sama. Pernyataan yg sesuai dgn kondisi tersebut adalah …. a. energi elektron lebih besar ketimbang energi foton b momentum elektron sama dgn saat-saat foton c momentum elektron lebih besar dibandingkan dengan momentum foton d energi elektron lebih kecil ketimbang energi foton e momentum elektron lebih kecil daripada saat-saat foton elektron sama dgn momentum foton Prosesproduksi pasangan hanya terjadi bila foton datang / 1,02 MeV. Apabila foton semacam ini mengenai inti atom berat, foton tersebut akan lenyap dan sebagai gantinya timbul sepasang elektron-positron. Positron adalah partikel yang massanya sama dengan elektron dan bermuatan listrik positif yang besarnya juga sama dengan muatan elektron.
Diketahui Ditanyakan Panjang gelombang berkas cahaya .... ? Pembahasan Pada percobaan hamburan Compton, elektron ditembakkan oleh sinar dengan frekuensi yang memiliki energi foton . Setelah menumbuk elektron, sebagian energi sinar tersebut diambil untuk menghamburkan partikel elektron, sehingga elektron punya kecepatan dan energi kinetik. Konsekuensinya adalah foton yang terhambur memiliki energi yang lebih kecil dari dan karena itu frekuensi foton menjadi berkurang dan panjang gelombang setelah hamburan bertambah. Lihatlah gambar berikut! Tetapi pada kasus ini semua energi cahaya diserap menjadi foton yang sama, sehingga panjang gelombangnya sama. Dapat ditulis Maka jawaban yang benar adalah B.
Suatusistem dapat berada pada suatu kondisi yang tidak berubah, apabila masing-masing jenis koordinat sistem tersebut dapat diukur pada semua bagiannya dan tidak berbeda nilainya. Kondisi tersebut disebut sebagai keadaan (state) tertentu dari sistem, dimana sistem mempunyai nilai koordinat yang tetap.
0% found this document useful 0 votes1K views33 pagesDescriptionsoal-soal ini meliputi radiasi benda hitam, fisika atom, fisika inti dan relativitas khususOriginal TitleKumpulan soal UN fisika tentang Fisika ModernCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes1K views33 pagesKumpulan Soal UN Fisika Tentang Fisika ModernOriginal TitleKumpulan soal UN fisika tentang Fisika ModernDescriptionsoal-soal ini meliputi radiasi benda hitam, fisika atom, fisika inti dan relativitas khususFull descriptionJump to Page You are on page 1of 33 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 14 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 18 to 27 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. PERCOBAANFRANK-HERTZ. Sebuah atom dapat mengeksitasi ke tingkat energi di atas tingkat energi dasar yang menyebabkan atom tersebut memancarkan radiasi melalui dua cara. Salah satunya adalah tumbukan dengan partikel lain. Pada saat tumbukan, sebagian dari energi kinetik pada partikel akan diserap oleh atom. Atom yang tereksitasi dengan cara ini Foton adalah partikel tak bermassa yang tidak menunjukkan massa tetapi membawa energi sedangkan elektron adalah partikel bermuatan negatif yang memiliki massa. Mari kita bahas apakah foton merupakan foton dihasilkan saat elektron memancarkan energi saat berpindah dari tingkat energi yang lebih tinggi ke tingkat energi yang lebih rendah yang memberikan energi dalam bentuk foton, foton bukanlah elektron tetapi dapat memberikan energi ke foton menjadi elektron?Sebuah foton pasti tidak dapat menjadi elektron tetapi dapat memberikan energi kepada elektron untuk melompat dari tingkat energi yang lebih rendah ke tingkat energi yang lebih energi foton lebih besar dari energi ionisasi atom maka foton yang datang dapat memutuskan gaya tarik menarik antara elektron dan inti atom dengan melepaskan elektron secara elektron dari atom menghasilkan ion dan karenanya disebut proses ionisasi. Foton hanya memberikan energi pada elektron yang terlepas ini tetapi tidak benar bahwa foton diubah menjadi elektron terbuat dari foton?Dikatakan bahwa foton frekuensi tinggi muncul ke dalam pembentukan elektron dan plasma quark dan gluon selama Big yang menghasilkan medan elektromagnetik memancarkan foton memberikan energi yang diperoleh oleh medan. Foton dibuat oleh energi elektron. Saat elektron menerima energi, mereka menunjukkan transisi elektronik yang memancarkan energi di alam semesta terlihat karena foton bergerak dalam gelombang elektromagnetik yang membawa paket energi. Hal ini disebabkan oleh reaksi fisi dan fusi yang terlihat oleh foton lebih kecil dari elektron?Massa diam sebuah foton adalah nol tetapi bergerak dengan kecepatan sama dengan kecepatan cahaya sedangkan massa diam elektron adalah 10-31kFoton adalah partikel tak bermassa yang bergerak dengan kecepatan tinggi dan sebaliknya, kecepatan elektron lebih rendah dibandingkan dengan foton yang merambat dengan energi gelombang de Broglie dari foton adalahPanjang gelombang D'Broglie dari elektron jika kecepatannya kira-kira makaPanjang gelombang elektron berbeda berdasarkan konfigurasi atom dan energi yang diperoleh elektron. Semakin besar ukuran atom, semakin kecil panjang bahwa panjang gelombang elektron lebih kecil dari foton. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa elektron lebih besar dari foton dipancarkan dari elektron?Elektron juga bereaksi dengan partikel quark untuk menghasilkan proton dan neutronSebuah foton dilepaskan oleh elektron saat ia melompat dari tingkat energi yang lebih tinggi ke tingkat energi yang lebih rendah, memberikan energinya ke foton yang gelombang foton yang dipancarkan dihitung menggunakan rumusdi mana R adalah konstanta Rydberg, Z adalah nomor atom. dan N1 dan N2 adalah bilangan orbital tempat terjadinya elektron bebas memancarkan foton?Sebuah elektron bebas dapat memancarkan foton jika elektron menyerap energi dalam beberapa ini dapat berikatan dengan partikel lain karena bergerak acak bebas dan dapat memancarkan foton. Setelah bereaksi dengan beberapa partikel berenergi lainnya, ia menerima energi ekstra yang dipancarkan dalam bentuk foton benar-benar terikat dengan elektron bebas maka kecepatan elektron dapat menjadi sama dengan kecepatan Foton dan ElektronSebuah foton memiliki 'p' dan 'E' dan jika bereaksi dengan elektron kita mendapatkan efek hamburan Compton. Ketika foton dengan panjang gelombang datang pada elektron, sebagian energinya diberikan kepada elektron dan dihamburkan kembali dengan energi rendah sehingga meningkatkan panjang gelombangnya..Hamburan ComptonIni adalah jenis hamburan tidak elastis karena panjang gelombang datangnya cahaya berbeda dari cahaya yang dihamburkan dan juga energinya berkurang. Perubahan panjang gelombang ini diberikan oleh persamaandi mana adalah sudut yang dibuat oleh partikel yang interaksi elektron foton juga dapat dilihat pada efek fotolistrik. Efek ini terjadi ketika foton berenergi tinggi dibuat mengenai gugus elektron memperoleh energi lebih besar dari ikatannya energi maka ia akan melepaskannya dari kulit bagian dalam atom. Ini sekarang disebut fotoelektrik; Kredit Gambar WikipediaEnergi kinetik yang diperoleh fotoelektron yang dipancarkan sama dengan energi foton dikurangi energi ikat elektron yang dipancarkan. Emisi elektron dari kulit bagian dalam atom menciptakan ruang kosong di kulit yang diisi oleh elektron di kulit elektron dari orbit energi yang lebih tinggi ke energi yang lebih rendah menyiratkan bahwa energi elektron harus dikurangi dan energi ini dipancarkan memberikan foton yang menghasilkan Foton dan ElektronFoton adalah kuanta energi tak bermassa, massa diamnya nol sedangkan elektron bermassa. Foton bergerak dengan kecepatan cahaya sementara elektron tidak mungkin bergerak dengan kecepatan tidak bermuatan sedangkan elektron yang kita kenal bermuatan negatif. Foton menunjukkan lebih banyak karakter gelombang sedangkan elektron menunjukkan lebih banyak sifat adalah paket energi dan memperoleh massa yang sama dengan E/c2 karena bergerak dengan kecepatan cahaya dan memiliki energi dan momentum. Energi foton diubah menjadi massa saat merambat dengan kecepatan cahaya, oleh karena itu ditemukan bahwa foton juga menunjukkan perilaku Gelombang Foton dan ElektronKecepatan partikel berbanding lurus dengan panjang gelombang dengan persamaan, v = fλ sesuai panjang gelombang foton harus lebih dari foton dan elektron keduanya memiliki energi 1ev maka berapakah perbedaan panjang gelombang keduanya, mari kita hitung dan pahami bergerak dengan kecepatan cahaya maka energi foton dapat diukur menggunakan persamaan,E=pc karena energi foton hanya disebabkan oleh istilah kita dapat menulis,Dimana h adalah konstanta Planck, c adalah kecepatan, danp adalah panjang gelombang karena itu, berdasarkan ini kita dapat mengukur panjang gelombang foton sebagaiSekarang mari kita cari panjang gelombang elektron dengan energi elektron adalahKarena panjang gelombang elektron dapat ditemukan menggunakan rumusOleh karena itu dapat disimpulkan bahwa panjang gelombang foton lebih besar daripada panjang gelombang dan Massa ElektronFoton meskipun memiliki momentum itu adalah kuanta energi tak bermassa. Sesuai teori relativistik, energi yang dimiliki foton adalah E = pc karena momentum dan ketika bergerak, massa foton setara dengan E/c2Massa elektron berubah ketika bergerak menggunakan energi kinetik. Massa relativistik elektron yang bergerak adalahdimanaMassa elektron dihitung menggunakan konstanta Rydbergdi mana adalah konstanta struktur halus yang diukur dari spektroskopiJadi kita mendapatkan massa diam elektron menggunakan persamaan iniditemukan Foton dan ElektronEnergi dari setiap partikel secara langsung berhubungan dengan frekuensi kemunculannya dan diberikan olehE=hγDimana h adalah konstanta Planck dan adalah frekuensi.=v/λKarena, kecepatan foton sama dengan c, makaE=h/cλTergantung pada panjang gelombang cahaya, kita dapat menentukan energi yang terkait dengan foton yang memancarkan elektron bervariasi tergantung pada energi yang ditangkap oleh elektron untuk melakukan transisi ke tingkat energi yang lebih tinggi atau energi total diberikan untuk menempati keadaan energi yang lebih rendah daripada yang partikel adalah kekal dan energi elektron dapat dihitung dengan menggunakan rumus E=p2/2m. Saat elektron melompat dari satu tingkat ke tingkat lainnya, energi yang hilang atau diperoleh dapat dihitung dengan mengetahui variasi frekuensi elektron E=hγΔBerapa perbandingan panjang gelombang elektron dan foton?Panjang gelombang elektron adalah e=h/√2m/E sedangkan perbandingan foton adalah h/√2m/ERasio panjang gelombang elektron dan foton sama dengan akar kuadrat energi total dengan dua kali massa elektron kali kebalikan dari kecepatan panjang gelombang elektron yang memiliki energi E= punya,Panjang gelombang elektron adalah adalah paket energi yang bergerak dalam gelombang elektromagnetik sedangkan elektron menunjukkan dualitas di alam dan memiliki massa. Transisi elektron dari tingkat energi yang lebih tinggi ke tingkat energi yang lebih rendah memberikan foton yang membawa energi ekstra yang dipancarkan oleh elektron. Namun keduanya adalah hal yang berbeda. Secara sederhana, perbedaan suhu dan kalor adalah suhu menyatakan ukuran dari rata-rata energi (kinetik/gerak) yang dimiliki oleh suatu zat, sedangkan kalor menyatakan proses perpindahan energi dari suatu zat ke zat lain karena adanya perbedaan suhu.Sifta– sifat sinar gamma yaitu : Tidak memiliki massa. Memiliki daya tembus yang sangat kuat ( dapat menembus lempeng timbal setebal 20 cm ) Daya ionnisasi paling lemah, tidak bermuatan listrik, oleh karena itu tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik. Berasal dari aktivitas radioaktif ataupun poses muklir.Sponsors Link Foton diketahui sebagai senergi alami yang berasal dari alam. Energi foton merupakan energi yang kasat mata, berbeda dengan energi lain yang bisa ditangkap menggunakan pun merupakan sebuah partikel kecil dalam cabang ilmu fisika yang dapat membentuk dasar unit radiasi elektromagnetik. Radiasi tersebut biasanya berupa cahaya tampak, gelombang radio, sinar-x inframerah, ultraviolet, ataupun sinar gama. Foton tidak memiliki muatan listrik ataupun masa. Namun, foton memiliki pergerakan dengan kecepatan cahaya, maka ia tidak dapat ditangkap bisa kita lihat di kehidupan sehari-hari. Bayangkan kita memegang pedang cahaya yang dapat membelah cahaya menjadi tiga bagian. Bagian yang tengah kemudian kita belah lagi menjadi kecil. Bagian kecil-kecil tersebut kita belah lagi menjadi lebih kecil, dan dibelah lagi, dan seterusnya sampai semakin kecil. Semakin kita belah semakin kita temukan kumpulan energi. Energi tersebut adalah energi Mengenai FotonBerikut adalah beberapa fakta-fakta mengenai foton, yaitu1. Massanya nol2. Tidak bermuatan listrik3. Bersifat stabil4. Besarnya energi dan momentum yang dibawa foton tergantung frekuensinya5. Dapat berinteraksi dengan partikel lain seperti elektron6. Foton dapat hancur ataupun terciptakan melalui berbagai proses alami7. Ketika berada di ruang hampa udara seperti angkasa, foton bergerak dengan kecepatan cahaya yaitu sekitar km per detik8. Ketika berada dalam air, foton hanya mampu bergerak dengan kecepatan tiga perempat dari kecepatan cahaya. Kecepatan foton paling pelan yang pernah terdokumentasi adalah 17 meter per detik, dan ini terjadi saat pembuatan materi Bose-Einstein Foton dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya seperti pada reaktor nuklir. Dalam sebuah reaktor nuklir, sejumlah partikel ditembakkan dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga akan menghasilkan cahaya biru yang melewati kecepatan cahaya. Cahaya biru ini biasa dikenal sebagai radiasi Foton dapat mengubah apa yang terjadi pada foton lain. Fenomena ini dibuktikan dalam sebuah penelitian oleh John Wheeler yang dilakukan pada tahun 1978 dalam sebuah eksperimen dua Memiliki sifat dualisme. Kita dapat mengenal foton sebagai sebuah partikel dan juga sebuah gelombang. Foton dapat dianggap sebagai gelombang karena foton memiliki sifat yang dapat dibiaskan atau dibelokkan, contohnya adalah fenomena bengkoknya pensil yang dimasukkan ke dalam gelas berisi air. Fenomena ini merupakan salah satu sifat cahaya. Selain itu, foton juga dapat dipantulkan dengan besar sudut pantul yang sama dengan sudut datang jika bertabrakan dengan sebuah permukaan beneda. Fenomena tersebut menyebabkan kita dapat melihat suatu Dapat bertindak sebagai partikel. Dengan adanya sifat ini, foton dapat berinteraksi dengan partikel lain. Contohnya adalah fenomena panasnya permukaan aspal, dimana hal tersebut terjadi karena adanya sebagian energi dari cahaya materi yang diserap oleh aspal, sehingga permukaan aspal menjadi panas. Energi yang diserap dari cahaya oleh partikel aspal hanya terjadi apaila foton adalah sebuah partikel. Hal tersebut tidak akan mungkin terjadi jika foton berdiri sebagai Dengan FotonKita berinteraksi dengan foton dalam hidup sehari-hari kita. Contohnya yang paling mudah adalah saat foton menabrak retina mata. Ketika fenomena tersebut terjadi, energi elektromagnetik foton akan berubah menjadi energi listrik yang kemudian akan ditransmisikan ke otak kita melalui sistem syaraf mata. Konversi energi elektromagnetik foton menjadi energi listrik dikenal sebagai fotoelektrik, dan biasanya fotoelektrik dapat ditemukan dalam panel surya yang memiliki fungsi untuk mengubah energi sinar matahari menjadi energi Energi Foton Dengan Momentum FotonMomentum foton biasa ditemukan dalam efek Compton, yaitu peristiwa terhamburnya sinar X foton ketika menumbuk elektron diam menjadi foton terhambur dan elektron. Rumus dari momentum foton adalah sebagai berikut p=h/λh adalah konstan Planck yang berasal dari teori radiasi Planck, sementara λ adalah panjang gelombang foton tersebut. Momentum foton sangat kecil karena h juga sangat kecil. Hal ini karena kita tidak biasa mengobservasi momentum Energi FotonRumus dari energi foton adalah sebagai berikutE adalah energi foton, h adalah konstanta Planck, c adalah kecepatan cahaya dalam ruang hampa, dan λ adalah penjang gelombang foton. Kedua h dan c adalah konstan, sehingga energi foton E berubah dalam hubungan terbalik dengan panjang gelombang Aplikasi Energi FotonBerikut adalah beberapa contoh aplikasi energi foton dan penggunaan Sebuah radio FM yang mentrasmisikan stasiun pada 100 MHz memancarkan foton dengan energi sekitar 4,1357 × 10 −7 eV. Jumlah energi tersebut adalah sekitar 8 × 10 −13 dikali dengan massa Sinar gama energi yang sangat tinggi memiliki energi foton 100 GeV hingga 100 TeV atau 16 nanojoules hingga 16 microjoule. Hal tersebut sesuai dengan frekuensi 2,42 × 10 25 hingga 2,42 × 10 28 Selama fotosintesis, molekul klorofil spesifik menyerap foton lampu merah pada panjang gelombang 700 nm. Untuk sintesis satu molekula glukosa tunggal dari CO2 dan air, diperluka setidaknya 48 foton dengan efisiensi konversi energi maksimal 35%.Demikian mengenai energi foton, perbedannya dengan momentum foton, dan aplikasi energi foton dalam hidup sehari-hari. Walaupun kita tidak dapat melihatnya secara langsung, sudah pasti energi foton ada di sekitar kita. Sponsors Link
Teorikinetik gas memberikan jembatan antara gas secara miskroskopik dan makroskopik. Kata kinetik berasal dari anggapan bahwa molekul gas selalu bergerak. Tiap partikel bergerak bebas dan terjadi tumbukan. Tumbukan tersebut berupa tumbukan lenting sempurna. Dengan sifat tumbukan, tidak ada proses kehilangan energi yang dimiliki partikel
Pengertian FotonFoton adalah kuanta cahaya, atau partikel dasar yang mentransmisikan gelombang elektromagnetik cahaya. Cahaya yang terlihat merupakan contoh foton yang sangat bagus. Beberapa nilai fisik, termasuk panjang gelombang dan frekuensi diukur dalam hertz, atau Hz, yang menandai foton dianggap sebagai pembawa radiasi elektromagnetik, seperti cahaya, gelombang radio, dan Sinar-X. Foton berbeda dengan partikel elementer lain seperti elektron dan quark, karena ia tidak bermassa dan dalam ruang vakum foton selalu bergerak dengan kecepatan cahaya, c. Foton memiliki baik sifat gelombang maupun partikel “dualisme gelombang-partikel“.Sebagai gelombang, satu foton tunggal tersebar di seluruh ruang dan menunjukkan fenomena gelombang seperti pembiasan oleh lensa dan interferensi destruktif ketika gelombang terpantulkan saling memusnahkan satu sama FotonSebagai partikel, foton hanya dapat berinteraksi dengan materi dengan memindahkan energi sejumlah,di mana adalah konstanta Planck, adalah laju cahaya, dan adalah panjang energi partikel foton juga membawa momentum dan memiliki polarisasi. Foton mematuhi hukum mekanika kuantum, yang berarti kerap kali besaran-besaran tersebut tidak dapat diukur dengan cermat. Biasanya besaran-besaran tersebut didefinisikan sebagai probabilitas mengukur polarisasi, posisi, atau momentum contoh, meskipun sebuah foton dapat mengeksitasi satu molekul tertentu, sering tidak mungkin meramalkan sebelumnya molekul yang mana yang akan foton sebagai pembawa radiasi elektromagnetik biasa digunakan oleh para fisikawan. Namun dalam fisika teoretis sebuah foton dapat dianggap sebagai mediator buat segala jenis interaksi elektromagnetik, seperti medan magnet dan gaya tolak-menolak antara muatan Menghitung Energi FotonAnda dapat menghitung energi foton, berdasarkan frekuensi atau panjang gelombang, dengan bantuan konstanta fisik mendasar tertentu. Catat nilai konstanta fisik yang diperlukan untuk perhitungan perhitungan energi. Dalam hal ini, mereka adalahKecepatan cahaya c = 299,792,458 m / sKonstanta planck h = 4,13566766225×10−15 atau 4,13566766225 E-15Perhatikan bahwa elektron volt eV adalah satuan yang biasa digunakan untuk mengekspresikan energi kecepatan cahaya dan konstanta Planck, dan bagi hasil kalinya dengan panjang gelombang untuk menghitung energi foton. Misalnya, foton cahaya tampak kuning memiliki panjang gelombang sekitar 580 nm atau 5,8E-7 m. Dengan demikian, energinya adalah m / s x eV s / m = bahwa awalan “nano” n menunjukkan 10 pangkat lain adalah dengan mengalikan frekuensi foton dan konstanta Planck untuk menghitung energi foton. Misalnya, frekuensi foton yang sesuai dengan sinar ultraviolet UV adalah Hz atau 780 Thz; energi foton adalah Hz x eV s = 3,23 bahwa awalan “tera” T berarti 10 pangkat 12 ayau energi dalam eV dengan faktor untuk menghitungnya dalam joule J, jika perlu. Misalnya, energi 3,23 eV akan dikonversi menjadi yang dipancarkan dalam berkas koheren laser. Sumber foto Wikimedia CommonsKonsep Modern FotonKonsep modern foton dikembangkan secara berangsur-angsur antara 1905-1917 oleh Albert Einstein untuk menjelaskan pengamatan eksperimental yang tidak memenuhi model klasik untuk cahaya. Model foton khususnya memperhitungkan ketergantungan energi cahaya terhadap frekuensi; dan menjelaskan kemampuan materi dan radiasi elektromagnetik untuk berada dalam kesetimbangan lain mencoba menjelaskan anomali pengamatan ini dengan model semiklasik, yang masih menggunakan persamaan Maxwell untuk mendeskripsikan cahaya. Namun dalam model ini objek material yang mengemisi dan menyerap cahaya dikuantisasi. Meskipun model-model semiklasik ini ikut menyumbang dalam pengembangan mekanika kuantum, percobaan-percobaan lebih lanjut membuktikan hipotesis Einstein bahwa cahaya itu sendirilah yang terkuantisasi. Kuantum cahaya adalah foton telah membawa kemajuan berarti dalam fisika teoretis dan eksperimental, seperti laser, kondensasi Bose-Einstein, teori medan kuantum dan interpretasi probabilistik dari mekanika kuantum. Menurut model standar fisika partikel, foton bertanggung jawab dalam memproduksi semua medan listrik dan medan magnet dan foton sendiri merupakan hasil persyaratan bahwa hukum-hukum fisika memiliki kesetangkupan pada tiap titik pada ruang-waktu. Sifat-sifat intrinsik foton seperti muatan listrik, massa dan spin ditentukan dari kesetangkupan gauge foton diterapkan dalam banyak area seperti fotokimia, mikroskopi resolusi tinggi dan pengukuran jarak molekuler. Baru-baru ini foton dipelajari sebagai unsur komputer kuantum dan untuk aplikasi canggih dalam komunikasi optik seperti kriptografi awalnya dinamakan sebagai kuantum cahaya das Lichtquant oleh Albert Einstein. Nama modern “photon” berasal dari kata Bahasa Yunani untuk cahaya φ, ditransliterasi sebagai phôs, dan ditelurkan oleh kimiawan fisik Gilbert N. Lewis, yang menerbitkan teori spekulatif yang menyebutkan foton sebagai “tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan”. Meskipun teori Lewis ini tidak dapat diterima karena bertentangan dengan hasil banyak percobaan, nama barunya ini, photon, segera diadopsi oleh kebanyakan fisikawan. Isaac Asimov menyebut Arthur Compton sebagai orang yang pertama kali mendefinisikan kuantum cahaya sebagai foton pada tahun fisika, foton biasanya dilambangkan oleh simbol γ abjad Yunani gamma. Simbol ini kemungkinan berasal dari sinar gamma, yang ditemukan dan dinamakan oleh Villard, dan dibuktikan sebagai salah satu bentuk radiasi elektromagnetik pada 1914 oleh Ernest Rutherford dan Edward kimia dan rekayasa optik, foton biasanya dilambangkan oleh , energi foton, adalah konstanta Planck dan abjad Yunani adalah frekuensi foton. Agak jarang ditemukan adalah foton disimbolkan sebagai hf, fdi sini melambangkan Fisik FotonFoton tidak bermassa, tidak memiliki muatan listrik, dan tidak meluruh secara spontan di ruang hampa. Sebuah foton memiliki dua keadaan polarisasi yang dimungkinkan, dan dapat dideskripsikan dengn tiga parameter kontinu komponen-komponen vektor gelombang, yang menentukan panjang gelombangnya dan arah perambatannya. Foton adalah boson gauge untuk elektromagnetisme, dan sebab itu semua bilangan kuantum lainnya seperti bilangan lepton, bilangan baryon atau strangeness bernilai persis diemisikan dalam banyak proses alamiah, contohnya ketika muatan dipercepat, saat transisi molekuler, atomik atau nuklir ke tingkat energi yang lebih rendah, atau ketika sebuah partikel dan antipartikel bertumbukan dan saling memusnahkan. Foton diserap dalam proses dengan waktu mundur time-reversed yang berkaitan dengan yang sudah disebut di atas contohnya dalam produksi pasangan partikel-antipartikel, atau dalam transisi molekuler, atomik atau nuklir ke tingkat energi yang lebih ruang hampa foton bergerak dengan laju laju cahaya. Energinya dan momentum dihubungkan dalam persamaan , di mana merupakan nilai momentum. Sebagai perbandingan, persamaan terkait untuk partikel dengan massa adalah , sesuai dengan teori relativitas Soal dan Jawaban FotonSoal Fisika Teori Kuantum Planck SMA XII. Contoh Soal dan Pembahasan tentang Teori Kuantum Planck, Materi Fisika kelas 3 XII SMA, dengan kata kunci daya, intensitas, kuanta energi dan jumlah foton. Selihakan dipelajari dan selamat MinimalEnergi Foton E = hf E = h c/λ Energi Foton Sejumlah n E = nhf E = nh c/λ Konversi 1 elektron volt = 1 eV = 1,6 x 10−19 joule 1 angstrom = 1 Å = 10−10 meter 1 nanometer = 1 nm = 10−9 meter Daya → Energi tiap sekon Intensitas → Energi tiap sekon persatuan luas Contoh Soal dan Pembahasan Teori Kuantum Plank1. Tentukan kuanta energi yang terkandung dalam sinar dengan panjang gelombang 6600 Å jika kecepatan cahaya adalah 3 x 108 m/s dan tetapan Planck adalah 6,6 x 10−34 Js !PembahasanE = hc/λ E = 6,6 x 10−34 3 x 108/6600 x 10−10 = 3 x 10−19 joule2. Bola lampu mempunyai spesifikasi 132 W/220 V, ketika dinyalakan pada sumber tegangan 110 V memancarkan cahaya dengan panjang gelombang 628 nm. Bila lampu meradiasikan secara seragam ke segala arah, maka jumlah foton yang tiba persatuan waktu persatuan luas di tempat yang berjarak 2,5 m dari lampu adalah … h =6, J s A 5,33 . 1018 m−2 B 4,33 . 1018 m−2 C 3,33 . 1018 m−2 D 2,33 . 1018 m−2 E 1,33 . 1018 m−2Pembahasan Daya Lampu yang memiliki spesifikasi 132 W/220 V saat dipasang pada tegangan 110 V dayanya akan turun menjadi P2 =V2/V12 x P1 P2 =110/2202 x 132 watt = 33 wattIntensitas daya persatuan luas pada jarak 2,5 meter I = P/A dengan A adalah luas permukaan, anggap berbentuk bola luas bola empat kali luas lingkaran. I = P/4π r2 I = 33/4π 2,52 = 0,42 watt/m2 0,42 watt/m2 → Energi tiap sekon persatuan luas adalah 0,42 foton n n = 0,42 hc/λ = [ 0,42 ] [ 6,6 x 10−34 3 x 108 / 628 x 10−9 ] = 0,42 3,15 x 10−19 n = 1,33 x 1018 foton3. Panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh lampu monokromatis 100 watt adalah 5, m. Cacah foton partikel cahaya per sekon yang dipancarkan sekitar….A. 2,8 x 1022 /s B. 2,0 x 1022 /s C. 2,6 x 1020 /s D. 2,8 x 1020 /s E. 2,0 x 1020 /sPembahasan Data P = 100 watt → Energi yang dipancarkan tiap sekon adalah 100 1 foton E = hc/λ E = 6,6 x 10−34 3 x 108/5,5 x 10−7 jouleJumlah foton n n = 100 joule [ 6,6 x 10−34 3 x 108/5,5 x 10−7 joule] = 2,8 x 1020 Intensitas radiasi yang diterima pada dinding dari tungku pemanas ruangan adalah 66,3 Jika tungku ruangan dianggap benda hitam dan radiasi gelombang elektromagnetik pada panjang gelombang 600 nm, maka jumlah foton yang mengenai dinding persatuan luas persatuan waktu adalah ….h = 6,63 x10− 34 c = 3 x 108 1A. 1 x 1019 foton B. 2 x 1019 foton C. 2 x 1020 foton D. 5 x 1020 foton E. 5 x 1021 fotonPembahasan Data I = 66,3 → Energi yang diterima tiap sekon tiap meter persegi adalah 66,3 1 foton E = hc/λ E = 6,63 x 10−34 3 x 108/600 x 10−9 jouleJumlah foton tiap sekon tiap satuan luas adalah n = 66,3 joule [ 6,63 x 10−34 3 x 108/600 x 10−9 joule] = 2 x 1020 foton5. Tentukan perbandingan kuanta energi yang terkandung dalam sinar dengan panjang gelombang 6000 Å dan sinar dengan panjang gelombang 4000 Å !PemnahasanData λ1 = 6000 Å λ2 = 4000 ÅE = hc/λ E1/E2 = λ2 λ1 = 4000 6000 = 2 36. Energi foton sinar gamma adalah 108 eV. Jika h = 6,6 x 10−34 Js dan c = 3 x 108 m/s, tentukan panjang gelombang sinar gamma tersebut dalam satuan angstrom!PemhasanData E = 108 eV = 108 x 1,6 x 10−19 joule = 1,6 x 10−11 joule h = 6,6 x 10−34 Js c = 3 x 108 m/s λ = …?λ = hc / E λ = 6,6 x 10−343 x 108 / 1,6 x 10−11 λ = 12,375 x 10−15 meter =12,375 x 10−15 x 1010 Å = 12,375 x 10−5 ÅBacaan LainnyaRumus Gerak Fisika – Gerak Lurus Beraturan, Gerak Lurus Berubah Beraturan, Melingkar, Parabola – Beserta Soal dan JawabanJenis, Kelas, Klasifikasi – Panjang Gelombang Sinar LaserCara Buat Jeans Belel – 10 Cara Mudah Pasti BerhasilKutipan Quote Terkenal – Kata Bijak, Kata MutiaraCara Menganalisa Saham Seperti Ahli Pasar Saham ProfesionalPasar Keuangan – Definisi, Pengertian, Jenis dan ContohUang Rupiah Negara Indonesia – Sejarah Nilai Tukar Rupiah Terhadap USDTempat Wisata Yang Harus Dikunjungi Di Tokyo – Top 10 Obyek Wisata Yang Harus Anda KunjungiCara Membeli Tiket Pesawat Murah Secara Online Untuk Liburan Atau BisnisTibet Adalah Provinsi Cina – Sejarah Dan BudayaPuncak Gunung Tertinggi Di Dunia dimana?TOP 10 Gempa Bumi Terdahsyat Di DuniaApakah Matahari Berputar Mengelilingi Pada Dirinya Sendiri?Test IPA Planet Apa Yang Terdekat Dengan Matahari?10 Cara Belajar Pintar, Efektif, Cepat Dan Mudah Di Ingat – Untuk Ulangan & Ujian Pasti Sukses!TOP 10 Virus Paling Mematikan ManusiaUnduh / Download Aplikasi HP Pinter PandaiRespons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!HP AndroidHP iOS AppleSumber bacaan StudyPinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu” Quiz Matematika IPA Geografi & Sejarah Info Unik Lainnya Business & Marketing Sebuahinti atom X memiliki 204 nukleon dan ebergi ikat inti 8 MeV per nukleon. Memancarkan sebuah partikel alpha energi ikat 7 MeV dan berubah menjadi inti Y dengan enegi ikat inti 8,1 MeV per nukleon. Jumlah energi kinetis partikel alpha dan Y dalam proses adalah .Dalamkondisi tertentu, juga memungkinkan untuk menggambarkan cahaya sebagai suatu partikel atau foton. Menurut ide yang dipersentasikan oleh Max Planck pada tahun 1900 masing-masing foton cahaya memiliki jumlah tertentu (kuantum) energi. Jumlah energi yang dimiliki oelh foton tergantung pada frekuensi cahaya.